Di usia 18-24 bulan, si kecil sedang aktif eksplorasi dan butuh nutrisi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang otak, tulang, dan sistem imun. Masa ini adalah periode emas untuk membentuk pola makan sehat yang akan dibawa hingga dewasa.
Kapan harus beli?
Stok mingguan untuk makanan segar, bulanan untuk susu dan camilan sehat
Susu pertumbuhan dengan DHA, ARA, dan zat besi untuk perkembangan otak
Camilan sehat tanpa MSG, pewarna, dan pemanis buatan
Buah dan sayur segar yang bervariasi untuk mengenalkan berbagai rasa
Protein hewani (daging, ikan, telur) dan nabati (tahu, tempe) berkualitas
Sereal atau biskuit bayi yang diperkaya vitamin dan mineral
Fokus pada makanan lokal bergizi seperti telur, tempe, sayur hijau, dan buah musiman. Pilih susu UHT biasa yang difortifikasi.
Kombinasi makanan segar berkualitas dengan susu formula lanjutan. Tambahkan variasi protein dan camilan sehat kemasan.
Susu formula premium, daging dan ikan berkualitas tinggi, buah impor, dan suplemen tambahan sesuai anjuran dokter.
🩺 Kata Dokter
"Usia 18-24 bulan adalah masa kritis untuk memperkenalkan berbagai tekstur dan rasa makanan. Berikan makanan keluarga yang dimodifikasi dengan bumbu minimal, hindari gula dan garam berlebihan."
— dr. Damayanti R. Sjarif, Sp.A(K) - Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI
Libatkan si kecil dalam proses makan, biarkan dia pegang sendok sendiri walau berantakan
Buat jadwal makan teratur: 3x makan utama dan 2x camilan dengan jarak 2-3 jam
Sajikan makanan dalam porsi kecil dengan tampilan menarik menggunakan piring warna-warni
Perhatian
Hindari memberikan kacang utuh, anggur utuh, atau makanan keras yang berisiko tersedak. Potong makanan dalam ukuran kecil yang mudah digenggam.