Panduan lengkap menyimpan ASI perah dengan durasi penyimpanan, wadah yang tepat, dan tips praktis untuk ibu bekerja agar ASI tetap berkualitas optimal.
1 bulan lalu · Buibu
Bagi ibu bekerja atau yang sibuk dengan aktivitas, memerah ASI merupakan jalan terbaik untuk tetap memenuhi asupan nutrisi anak di tengah padatnya aktivitas ibu. Namun, penyimpanan ASI perah sangat mempengaruhi kualitas nutrisi harian si Kecil, dan ibu perlu memperhatikan tata cara menyimpannya dan langkah mencairkannya dengan benar.
Mengetahui cara menyimpan ASI perah dengan tepat adalah kunci kesuksesan ASI eksklusif untuk bayi Anda. Mari kita pelajari panduan lengkap ini agar kandungan nutrisi lengkap seperti air, protein, lemak, vitamin, mineral, serta antibodi tetap optimal.
Durasi penyimpanan ASI sangat bergantung pada suhu dan tempat penyimpanannya. Berikut panduan lengkapnya:
Pada suhu ruangan sekitar 25°C atau lebih dingin, ASI dapat bertahan hingga 4 jam. Jika disimpan dalam kotak pendingin dengan es batu atau ice pack, ASI dapat bertahan hingga 24 jam.
ASI di dalam kulkas dengan suhu 4°C atau lebih rendah, dapat bertahan hingga 4 hari. Untuk hasil optimal, selalu letakkan stok ASIP di bagian paling belakang lemari es, karena ini adalah area yang paling dingin.
Untuk penyimpanan jangka panjang, jika dibekukan di dalam freezer pada suhu -18°C atau lebih rendah, dapat bertahan dalam rentang waktu 6 hingga 12 bulan. Namun, durasi ini tergantung jenis freezer:
Jenis wadah sangat penting untuk menjaga kualitas ASI. Setelah dipompa, ASIP bisa disimpan di: Botol kaca steril atau plastik keras bebas BPA dengan penutup yang rapat, atau Kantong penyimpanan khusus ASI (breastmilk storage bag).
Hal penting yang perlu diingat:
Simpan ASI dalam porsi yang kecil sesuai kebutuhan, sehingga tidak ada sisa ASI yang harus dibuang. Pastikan ibu telah membagi ASI ke dalam beberapa wadah dengan ukuran yang tidak terlalu besar, yaitu antara 60 hingga 100 ml, agar ASI lebih awet karena bayi tidak menghabiskan ASI terlalu banyak dalam sekali minum.
Jangan lupa menuliskan tanggal dan jam ASI diperah pada botol atau plastik yang digunakan untuk menyimpannya, agar Bunda tahu ASI mana yang harus digunakan lebih dahulu untuk menghindari pemborosan.
Hindari mencampurkan ASI yang telah dibekukan dengan ASI segar yang baru dipompa. Jangan mencampur ASI yang baru dicairkan dengan yang baru diperah, sebaiknya simpan dulu keduanya di dalam kulkas ASI sampai suhu keduanya sama, baru dicampur.
Untuk penyimpanan ASI perah dalam kulkas, hindari menyimpan ASI pada pintu kulkas karena bagian tersebut mudah terpapar udara dan suhu luar. ASI perah harus disimpan dalam freezer bagian dalam untuk menghindari perubahan suhu ketika pintu freezer dibuka.
ASI beku yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali sehingga apabila bayi tidak menghabiskannya dalam waktu 24 jam (simpan di kulkas), sisanya harus dibuang.
Penting untuk diketahui bahwa sisa ASI yang tidak dihabiskan, hanya bisa bertahan selama 2 jam dan tidak dapat disimpan untuk diminum lagi di lain waktu. Jika ASI sudah melewati batas simpan, walaupun tampak normal, sebaiknya dibuang saja karena ASI yang terlalu lama disimpan bisa menurun kualitasnya dan tidak lagi aman bagi bayi.
Menyimpan ASI perah dengan cara yang tepat sangat penting untuk memastikan kualitas dan kandungan nutrisinya tetap terjaga, dan dengan memahami panduan durasi penyimpanan berdasarkan suhu serta tips penyimpanan yang benar, ibu menyusui dapat memastikan kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi, meskipun bayi tidak menyusu langsung.
Dengan mengikuti panduan lengkap ini, Bunda dapat memberikan yang terbaik untuk si Kecil dan memastikan ASI perah tetap berkualitas optimal. Semoga artikel ini membantu perjalanan menyusui Anda!