Cara praktis mengatasi anemia ibu hamil melalui nutrisi, suplemen, dan gaya hidup sehat. Cegah risiko komplikasi untuk ibu dan janin.
1 bulan lalu · Buibu
Anemia atau kekurangan darah adalah kondisi yang cukup sering dialami oleh ibu hamil. Kondisi ini terjadi ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh berkurang, sehingga pasokan oksigen ke jaringan tubuh dan janin menjadi tidak optimal. Jangan anggap sepele, karena anemia saat hamil bisa berdampak serius bagi kesehatan Anda dan perkembangan janin.
Selama kehamilan, darah dan plasma meningkat sekitar 50% tetapi sel darah merah hanya meningkat sekitar 30%, dan ketidakseimbangan ini berpotensi menyebabkan anemia pada ibu hamil. Ibu hamil memerlukan sekitar 27 miligram zat besi per hari, sedangkan wanita yang tidak hamil hanya membutuhkan 18 miligram. Ini adalah alasan mengapa kebutuhan nutrisi meningkat drastis selama kehamilan.
Perlu dicermati bahwa gejala anemia pada ibu hamil kadang mirip dengan gejala kehamilan pada umumnya, dan anemia ringan sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, saat anemia semakin berkembang, Anda mungkin mengalami:
Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera konsultasikan dengan dokter kandungan untuk pemeriksaan kadar hemoglobin.
#### 1. Perbanyak Konsumsi Makanan Kaya Zat Besi
Cara yang paling ampuh untuk mengatasi anemia pada ibu hamil adalah dengan memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung zat besi. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang, kemudian tambahkan minimal tiga porsi makanan kaya zat besi seperti ikan, daging merah, dan ayam.
Sumber zat besi lainnya yang bisa Anda konsumsi:
#### 2. Lengkapi dengan Asam Folat dan Vitamin B12
Asam folat memiliki peran penting dalam pembentukan sel darah merah, sekaligus membantu mencegah gangguan pembentukan saraf janin di awal kehamilan. Sumber asam folat pada makanan ada pada telur, sayuran daun hijau seperti bayam, brokoli, seledri, buncis, lobak hijau, atau selada, kacang-kacangan, dan buah-buahan seperti jeruk, alpukat, papaya, pisang.
#### 3. Tingkatkan Penyerapan Zat Besi dengan Vitamin C
Vitamin C membantu mengubah zat besi, terutama yang berasal dari sayuran (sumber nabati), menjadi bentuk yang lebih mudah diserap oleh usus. Untuk menyerap zat besi dengan maksimal, diperlukan juga vitamin C, yang dapat ditemukan dalam jeruk, stroberi, kiwi, dan tomat.
Tip praktis: Konsumsi buah-buahan seperti jeruk atau stroberi setelah makan makanan yang mengandung zat besi untuk efektivitas maksimal.
#### 4. Konsumsi Suplemen Sesuai Anjuran Dokter
Suplemen zat besi yang umum diresepkan adalah ferrous sulphate, biasanya diminum 2–3 kali per hari, namun sebagian ibu hamil bisa mengalami efek samping, seperti sakit perut, diare atau konstipasi, nyeri ulu hati, mual, hingga tinja berwarna gelap. Jika muncul efek samping tersebut, sebaiknya konsultasikan kembali ke dokter.
Anemia pada ibu hamil yang tidak ditangani dengan benar dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, seperti persalinan prematur dan bayi lahir dengan berat badan rendah, dan pada ibu sendiri, kondisi ini juga dapat memicu depresi pasca persalinan hingga meningkatkan risiko kematian.
Jangan anggap remeh anemia pada ibu hamil, karena kondisi ini dapat mengganggu perkembangan janin sekaligus kesehatan ibu secara keseluruhan. Dengan pemantauan rutin, konsumsi makanan bergizi, dan suplementasi yang tepat, Anda dapat mencegah dan mengatasi anemia sehingga kehamilan berjalan sehat dan janin berkembang optimal.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan jika Anda mengalami gejala anemia atau memiliki pertanyaan tentang asupan nutrisi selama kehamilan. Kesehatan Anda adalah prioritas utama untuk kesejahteraan buah hati yang Anda tunggu.