BlogGTM pada Bayi: Panduan Lengkap Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasi dengan Tepat
ParentingBayi 6 Bulan

GTM pada Bayi: Panduan Lengkap Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasi dengan Tepat

GTM bayi adalah gerakan tutup mulut saat makan. Ketahui penyebab, tanda-tanda, dan 7 cara efektif mengatasi GTM agar bayi kembali lahap makan.

1 minggu lalu · Buibu

GTM pada Bayi: Panduan Lengkap Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasi dengan Tepat

GTM adalah kependekan dari gerakan tutup mulut, sebuah istilah yang merujuk pada anak yang menolak makan dengan cara menutup mulut ketika Ibu suapi. Momen ini sering kali membuat orang tua Indonesia merasa cemas dan bingung, terutama ketika bayi baru memasuki fase MPASI (Makanan Pendamping ASI).

Apa Itu GTM?

Gerakan Tutup Mulut (GTM) adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan perilaku anak yang menolak makan dengan cara menutup mulut, memalingkan wajah, atau menunjukkan penolakan verbal maupun nonverbal saat diberikan makanan. Kondisi ini bukanlah penyakit, melainkan perilaku normal yang sering dialami bayi.

Kapan GTM Biasanya Terjadi?

Hal ini umum dialami anak memasuki usia 1 tahun dan biasanya akan memuncak ketika ia berusia 2 tahun. Namun, GTM juga dapat muncul sejak bayi mulai dikenalkan dengan makanan pendamping ASI di usia 6 bulan.

Penyebab Utama GTM pada Bayi

1. Pemberian MPASI yang Tidak Sesuai Usia

Penelitian multisenter IDAI menyebutkan, kondisi tersering GTM adalah inappropriate feeding practice atau perilaku makan yang tak benar atau pemberian makanan yang tidak sesuai usia. Ini adalah penyebab paling umum yang sering tidak disadari orang tua.

2. Masalah Kesehatan Fisik

Tumbuh gigi, sariawan, infeksi saluran pernapasan atas, maupun gangguan gastrointestinal (GERD, konstipasi, intoleransi makanan) dapat menyebabkan nyeri atau ketidaknyamanan saat makan.

3. Kebosanan dengan Makanan

Anak bisa saja mengatupkan mulutnya erat-erat karena merasa bosan dengan makanan yang selama ini disajikan. Bahkan, saat yang Ibu sajikan merupakan makanan favorit.

4. Porsi Makan yang Terlalu Banyak

Sajikan makanan dalam porsi kecil agar bayi tidak merasa kewalahan.

7 Cara Efektif Mengatasi GTM pada Bayi

1. Pastikan Tekstur Makanan Sesuai Usia

Pastikan bayi naik tekstur sesuai usianya untuk melatih kemampuan mengunyah. Untuk usia 6-8 bulan harus halus dan kental seperti mashed potato, jadi teksturnya bisa kita congkel, karena kalau terlalu encer kemudian bertemu dengan air liur bayi yang banyak, anak akan menyemburkan makanan.

2. Berikan Variasi Menu Makanan

Nia mengatakan, hal yang terpenting untuk mengatasi GTM adalah memberikan variasi pada makanan. Cobalah berbagai kombinasi sayuran, buah, protein, dan karbohidrat untuk mencegah kebosanan.

3. Ciptakan Suasana Makan yang Positif

Yang terpenting adalah menjaga pendekatan yang positif dan sabar. Pendekatan berlandaskan feeding rules, suasana makan positif, variasi menu, dan perhatian terhadap kondisi anak secara menyeluruh sangat efektif.

4. Batasi Waktu Makan

Berikan waktu makan maksimal 30 menit. Jika bayi masih menolak makan setelah waktu tersebut, jangan memaksanya.

5. Jangan Memaksa Bayi Makan

Hal lain yang harus dihindari dari memberikan MPASI yakni memaksa makan si anak. Karena kalau kita kasih porsi banyak, itu anak bisa langsung menolak, karena merasa terpaksa, misal dijejelin. Ini hal yang dihindari ketika memberikan MPASI.

6. Gunakan Metode Self-Feeding

Metode ini memberi kesempatan pada bayi untuk mengambil makanan sendiri, sehingga ia merasa lebih punya kendali atas proses makannya. Berikan finger food atau biarkan bayi memegang sendok sendirinya.

7. Berikan Jeda Waktu Antar Makan

Jika bayi menolak makanan, beri jeda 30–60 menit sebelum mencoba lagi. Kadang bayi hanya butuh waktu untuk beristirahat atau bermain sejenak.

Kapan Harus Konsultasi dengan Dokter?

Jika GTM berlangsung lama atau disertai gejala medis, segera konsultasikan dengan dokter anak atau ahli gizi untuk intervensi yang tepat. Perhatikan juga jika bayi menunjukkan tanda penurunan berat badan atau letargi.

Pesan Penting untuk Orang Tua

GTM adalah fase normal dan biasanya bersifat sementara, terutama pada fase MPASI dan balita awal. Jangan merasa panik atau bersalah. Dengan kesabaran, konsistensi, dan pendekatan yang tepat, bayi Anda akan kembali menyukai waktu makan.

Ingatlah bahwa setiap bayi adalah unik dengan perkembangan yang berbeda-beda. Fokus pada memberikan makanan bergizi, menciptakan suasana positif, dan mendengarkan sinyal kebutuhan bayi Anda adalah kunci sukses mengatasi GTM.

Artikel terkait

Kehamilan

7 Persiapan Penting di Trimester Pertama Kehamilan

Nutrisi

Panduan MPASI Pertama: Kapan dan Bagaimana Memulai

Parenting

Cara Mengatasi Tantrum pada Anak Balita

← Semua artikel